KERIPIK TEMPE ENAK PONTIANAK


Siapa yang suka keripik tempe? Apalagi kalo keripik tempenya renyah, gurih, enak. Pasti bikin ketagihan makannya. Ini lah yang VisitV3 rasain saat makan Keripik Tempe buatan Bu Ana produksi Rumah Tempe. Pertama kalo nyobain itu awal September 2019, saat ada workshop Perempuan Maju Digital di Pontianak. Keripik ini berkedan sekali, apalagi memang Visitv3 suka sekali makan keripik tempe. Trus bawa pulang dan nyobain langsung ke bojo, dan ibu, mereka mengakui, memang enak keripik tempenya. Harganya terjangkau juga, 10ribu per pouch. 





Dan Oktober ini, VisitV3 berkesempatan ketemu langsung dengan ownernya dirumahnya, sekaligus membeli langsung produk keripik tempenya. Ownernya ini, Bu Ana dan Pak Edy. Mereka yang mmproduksi berdua. Ternyata tempe nya buatan sendiri sehingga mereka bisa memastikan bahan baku dan kualitas tempe terjamin. Itulah yang membuat keripik tempe dari Rumah Tempe ini tetap laris dipasar, bahkan sampai di Malaysia. 






Keripik Tempe Enak ya Rumah Tempe Bu Ana. 

DONUT MINI LEMBUT ENAK PONTIANAK

Bu Fridayanti dan Donut Ara
Berawal dari kesukaan anak dan sering dibuat saat acara keluarga, akhirnya bu Fridayanti  mencoba memulai usaha donut kareba dorongan para kerabat dan keluarganya yang sudah merasakan enak dan lembutnya donut buatannya, padahal ini bukan donut kentang. Tapi rasanya endes. 


Ukuran mini menjadi pilihan bu Fridayanti, karena selain permintaan pasar, ukuran mini menjadi ciri khas donut beliau. 

Sejak 3 bulanan yang lalu memulai usaha yakni di bulan Juli 2019, usaha donut bu Fridayanti dengan merk Donut Ara ( Ara nama anak beliau) berkembang pesat. Tiap hari laris 13-26 kotak. Varian Donut Ara bu Fridayanti yakni green tea, coklat putih, coklat keju, mangga, tiramisu, dan blueberry, stroberi.

Beragam Varian Rasa

Salah satu pelanggan yang visitv3 temui secara langsung di kediaman sekaligus toko offline nya bu Fridayanti, yakni ibu Yani. Bu Yani menjadi pelanggan donut Ara sejak 2 bulan yang lalu. Waktu itu direkomendasikan oleh temannya. Dan saat beliau mencobanya, bikin ketagihan, dan sudah berulang kali membeli. Menurut bu Yani, donut Ara ini mungil, cantik, enak, lembut, harga terjangkau, dan kemasannya bagus. 
Bu Yani Pelanggan Tetap Donut Ara





Sependapat dengan VisitV3, yang udah coba berkali kali donut Ara ini dan memang beneran, enak, lembut, harganya juga oke. 

Penasaran ingin coba? Langsung aja hubungi bu Fridayanti Donut Ara. 


Donut Ara juga bisa sesuai pesanan lho toppingnya.
Ini donat huruf

TANJAK MELAYU PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

Tak lengkap rasanya jika datang ke Pontianak tidak memiliki yang satu ini, yakni Tanjak. Tanjak Melayu atau ikat kepala berbahan kain tenun songket ini biasa digunakan kaum pria untuk pesta pernikahan, acara adat dan kegiatan sehari-hari. Apalagi sebentar lagi Ulang Tahun Kote Pontianak yang ke 248, pasti banyak sekali para pria , baik dari kalangan anak anak hingga dewasa menggunakan Tanjak. Sudah menjadi ciri khas Melayu Pontianak untuk menggunakan Tanjak di acara-acara. Layaknya ikat kepala dari daerah lainnya. 







Salah satu pengrajin Tanjak Melayu, bu Syafariah. Beliau mulai membuat Tanjak ini sejak 2 tahun yang lalu,  berawal dari permintaan anak dan keluarganya. Bu Syafariah seorang penjahit, dan namanya sudah terkenal di Jeruju sebagai penjahit baju kurung melayu. Berawal dari keluarga, Tanjak beliau mulai diminati pasar dan akhirnya beliau pun memproduksi Tanjak Melayu ini dengan memberdayakan para wanita di sekeliling rumahnya untuk membuat Tanjak, sehingga para ibu bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan bisa tetap bekerja dirumah. Harga Tanjak beliau bervariasi dari Rp 50.000-Rp 300.000, tergantung ukuran dan bahan. 



Ibu Syafariah, sosok wanita yang senang berbagi dan membantu para ibu untuk berdaya, dan beliau sukarela mengajarkan pembuatan Tanjak, Tas tangan, menjahit baju tanpa biaya. Karena menurutnya menjadi orang yang bermanfaat itu yang utama. Rezeki tidak pernah tetukar dan semuanya sudah diatur Allah Swt.



Kelompok tanjidor memakai tanjak dan pakaian hasil karya Ibu Syafariah dan ibu2 yang diberdayakan beliau
Bagi yang ingin liat langsung atau berminat dengan Tanjak Melayu dan hasil kerajinan tangan lainnya, langsung bisa menghubungi no handphone Bu Syafariah di 089672176441

LIBER.CO KOPI SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

Lang Jagat, tahun 2018, seorang pengusaha kopi yang berasal dari Kabupaten Sambas ini memulai usahanya.  Berawal dari usaha turun temurun dan latar belakang  petani kopi dan melihat prospek kopi yang tidak ada matinya,  karena itu beliau memberdayakan para petani kopi di desa Sempanan daerah pesisir untuk giat berkebun Kopi.  Jenis kopi yang diusung Liber.Co ini yakni kopi Liberica, yang mana tumbuh di diantara ketinggian 200 mdpl. Kekhasan rasa kopi Liber ini patut dicoba. Apalagi ini adalah salah satu dari deretan kopi unggulan Kalimantan Barat. 

Kopin Liberica ini ditanam dengan pupuk organik, sehingga hasil panennya pun baik. Sebagai usaha yang baru bergerak, omset minimal 100kg per bulan pun berhasil di raup pengusaha muda ini ya g juga beternak ikan Nila. 

Kini, tampilan wajah baru dan segar serta packaging yang menawan sesuai dengan biji kopi pilihan Liber.Co, akan menambah variasi para penikmat kopi di Kalimantan Barat. Sukses terus bang!