PESONA PULAU KABUNG


Kamis dan Jumat, 17-18 Mei 2012
Semua foto ini hasil karya Fellimeido Marafelino (Edo)
Video by me ^_^
Membuka lembaran file foto memberikan kenangan akan eloknya Pulau Kabung. Menyebrang dengan menggunakan motor air berkapasitas 10 orng, sudah lama tidak terpikirkan olehku. Terakhir kelas 6 sd, aku berwisata ke pulau temajo mempawah. Dan setelah sekian lama, akhirnya aku memberanikan diri ke Pulau Kabung sekalian menghilangkan phobiaku terhadap lautan. Aku takut sekali berenang di laut, namun aku ingin mencobanya.

Jam 5 subuh Teng! Kami bertiga, Aku, Didik (suamiku) dan Edo, sudah nongkrong di tepi jalan bawah tol 1 Kapuas, menunggu bis jurusan  Sambas. Sekitar jam 6 baru dapat bis dan terpaksa berdiri selama hampir 3 jam. Kaki sampai rasanya keriting.

Bis sempat berhenti sekali di warung untuk makan, minum serta ke toilet. Itu surga sesaat bagi kami. Karena kami bisa duduk. Akhirnya kami lanjut lagi dan si edi duduk di atap bus, kami bertiga tetap didalam dan berdiri.

Setibanya di Teluk Suak, kita lalu berjalan kaki kira2 100 meter ke dermaga. Edi bertanya, lalu dia menujuk ke salah satu motor air di dermaga, ternyata yang lagi mogok. Hanya satu yang akan  pergi ke pulau Kabung. Terpaksa menunggu hampir 1,5jam ditambah air lagi surut. Kalo gak salah dulu cukup bayar 10ribu/orang.

Perjalanan yang indah karena cerah membuatku menikmatinya. 1 jam kemudian kami sudah sampai di pulau, dan menuju kerumah temen edi, si uzi. Rumahnya unik dan kokoh, terbuat dari kayu nibung. Memiliki 1 kamar, teras depan, ruang tengah, dapur, dan teras terbaik di dunia menurut versiku. Karena langsung dilaut dan bisa mancing sambil tiduran.

Di pulau ini semua rumahnya tinggi dan terbuat dari kayu. Supaya tidak ada anjing atau hewan yang masuk ke rumah. Hampir rumah disini hanya peristirahatan bagi para nelayan yang sebenarnya memiliki rumah permanen di singkawang dan sekitarnya. Dan waktu kami datang, kampung lagi sepi karena ada hajatan di singkawang. Warung tutup, gak ada bahan makanan. Syukur bawa sayur. Dan sedikit lauk pauk. Syukur ada ikan teri yang enak. Beda dengan di Pontianak.

Nelayan disini utamanya mencari ikan teri selain sotong dibagan2 sekeliling pulau. Ikan teri yang sudah didapat kemudian dimasak dalam wadah besar yang berisi air laut untuk mengasinkannya. Prosesnya cukup lama dan harus dijaga, diaduk, dan ditambahkan air laut kembali berkali2. Hingga akhirnya siap di jemur hingga kering.

Mata pencaharian lainnya yang lebih sering dilakoni para ibu, yakni berkebun cengkeh. Banyak sekali pohon cengkeh yang di panen 1 tahun sekali sekitar bulan mei. Jika saat panen, setiap halaman rumah akan dipenuji cengkeh yang dijemur dan baunya semerbak. Sangat khas.

Kami diajak Uzi untuk muter keliling pulau dengan motor airnya. Kami bertiga sibuk jeprat jepret dan norak liat terumbu karang dan indahnya pemandangan sedang Papi duduk santai di haluan motor air. Kita berlima asik dengan kegiatan masing-masing. Sampai akhirnya setelah puas 30 menit muter, kami kembali lagi ke rumah Uzi. 

Yup, lanjut cerita snorkling. Pada mau nyemplung ke laut, tapi pas liat pohon kelapa, eh jadi milih minum kelapa muda dulu baru setelah itu lanjut snorklingan, dan waktu itu aku beneran belom pernah snorkeling. Bingung gimana gunain snorkelnya, kenapa susah dipake. Eh si Edi lupa beritau kalo snorkel nya ada bocor, pantesan aku sempat tersedak. Aku pilih pake google renangku aja dah cukup lah, utk melihat terumbu karangnya yang berwarna warni, masih bagus. Visibility oke. Ternyata setelah aku ambil sertifikasi diving di november 2012 bareng suamiku, sejak itu jadi keranjingan snorkelingan dan island hopping. 

Yang menarik disini, kedalaman 1 meter, sudah bisa menemukan terumbu karang yang indah dan berwarna warni dengan ikan yang bersliweran. Namun memang lebih berhati2 jangan sampai terkena stone fish yang mirip karang. Karena racunnya yang cepat menyebar.

Edo sepertinya tidak mau berlama2 main air, segera dia naik ke atas dan mandi di pemandian umum. Dan disinilah kesalahan aku dan papi yang gak buru2 naik sehingga terpaksa hanya mandi sebentar basahin rambut tanpa keramas karena motor air yang akan ke bagan segera berangkat. Apes.... apes....batinku, sambil berlari menuju dermaga.

Bagaimana keseruan kami selanjutnya di Bagan? Langsung aja tongkrongin video kami di Pulau Kabung ini.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar