PURA KARANG BOLONG DAN TANAH LOT

Bali is paradise. Yup, thats right. Pulau ini memang surga. Surganya ombak, surganya laut serta surganya Pura. Pura terdapat dimana-mana sampai di ujung tebing dan batu karang karena mayoritas penduduk pulau ini beragama Hindu. 
Tak sempurna rasanya jika berkunjung ke Pulau Dewata tapi kita tidak mendatangi objek wisata yang terkenal ini, yakni Karang Bolong dan Tanah Lot. Pura Karang Bolong ini selain memiliki pura di ujung tebing, juga menjadi spot surfing terbaik, karena memiliki ombak yang menakjubkan. Tak jarang, banyak para peselancar menguji nyali disini. Tapi saat ini, Maret 2015, VisitV3 tak menjumpai satupun peselancar. 

Di sini juga kita bisa melihat sunset yang indah. Tahun lalu 2014, VisitV3 bisa mendapatkan sunset. Kece abis! Namun sekarang gak beruntung, karena langit berawan. Dan VisitV3 pun tidak terlalu lama mengeksplore disini. Jadi lanjut ke Tanah Lot. 
Tanah Lot, memiliki pura yang disebut Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan yang didirikan sekitar abad ke 15. Pura laut ini sebagai tempat pemujaan desa-dewa penjaga laut. Sama seperti Karang Bolong, jika beruntung, kita bisa melihat sunset yang indah. 

Saat VisitV3 datang, air laut sedang surut, sehingga kita bisa mencapai bagian dalam tebing Tanah Lot yang memiliki sumber air tawar yang dikeramatkan disebut Tirta Pabersihan. Hebat kan, berada di laut tapi airnya tetap tawar. Selain digunakan oleh umat Hindu untuk menyucikan diri, para pengunjung juga boleh mencuci muka dan anggota badan sembari berdoa. Nanti setelah itu kita ditempelin beras di kening trus diselipin bunga di telinga dan jangan lupa masukkan uang sukarela ke dalam box. 
Ada lagi ni, di seberang sumber mata air suci itu, terdapat gua kecil yang dihuni ular suci. Ular ini menurut cerita merupakan ciptaan Danghyang Niratha sebagai ular penjaga pura. Ular ini beracun, tapi selama ini tidak pernah membahayakan apalagi kan saat kita masuk ke dalam ditemani penjaganya. Nah, untuk  Pengunjung yang tertarik bisa melihat dan memegang ular sambil melakukan permohonan sambil meletakkan uang receh. Jangan lupa juga memberikan sumbangan sukarela. 

VisitV3 dulu  pernah mencoba sumber mata air suci saat pertama kali mengunjungi pulau Bali, namun hanya penasaran ama mata air tawarnya, tidak lebih. Jadi kalo ditanyain orang, VisitV3 jadi ngerti. 


Tanah Lot terlalu ramai di sore ini, tidak begitu menarik, apalagi matahari pun tidak menampakkan sinar jingganya. Kaki ini akhirnya melangkah keluar gerbang dan saatnya bersiap-siap ditawarin dagangan oleh para pedagang souvenir di sepanjang jalan hingga parkiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar