BALI UNTUK PERTAMA KALI


Untuk angkatan kita, Destinasi tour kita yakni Bali. Hore!!!!! Sahut kami serempak sekelas, baik tua muda semuanya sependapat, Bali pilihan yang tepat. Kami ingin melihat dan belajar langsung di Yayasan Bumi Sehat, yakni sebuah yayasan yang didirikan oleh bidan Robin. Dia adalah bidan dari Luar negeri yang mendedikasikan hasil kerja kerasnya untuk para ibu di Bali tanpa dipungut biaya untuk jasanya. Bersama volunter yang lain yang membantu beliau, membuat yayasan ini semakin dikenal di dunia mancanegara. 

Aku bangga kuliah disini, di D4 Kebidanan Poltekkes Jogjakarta. Teman-temanku yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, berbaur menjadi satu, dengan berbagai macam bahasa dan kebudayaan. Dari Sabang sampai Marauke , begitulah yang bisa kugambarkan. 
Oh ya, kembali ke cerita study tour. Biaya nya gak mahal. Justru bisa dikatakan murah soalnya kami gak bayar lebih dari 1 jutaan, kalo gak salah 700-800 ribuan gitu buat bisa menikmati 5 hari tour kami (3 hari full di Bali). Berangkat dari Jogja, siang hari dan tiba di Pelabuhan Ketapang, Jatim keesokan subuh, lanjut nyebrang dengan Ferry ke Pelabuhan Gilimanuk. Kami 40 an orang pun tiba dengan selamat di pulau Bali. Bis yang dipandu dengan tour leader, serta supir yang profesional, membuat perjalanan ku sempurna. 

Kami sampai di kota Denpasar, kalo gak salah di Matahari Hotel, jam 9 pagi. Dan disambut dengan makan prasmanan yang sudah ada di meja. Kami dibagi sekamar bertiga. Kamarnya lumayan enak dan ada kolam renang di halaman belakang hotel. Kemana aja destinasi kami selama di Bali, lets check it out!














Tanah Lot 
Ketibaan kami disana disetting tepat, pagi hari waktu yang pas untuk mengunjungi Tanah Lot. Kami bisa jalan ke pura dan mencoba air suci di dalam goa. Berfoto dengan landscape indah plus bonusnya sepi karena masih jam 8 an pagi. Asik gak tu,,,,gak banyak orang seliweran. Disini aku nyobain air suci, kaya apa sih, ternyata gak asin sama sekali. Ajaib. Udah itu, kita di tempelin beras di kening dan diselipin bunga kamboja di telinga, kalo aku selipnya di kerudungku. Jangan lupa, kasih sumbangan sukarela. Usah itu kami yang sudah menjalani "prosesi" langsung berselfie bareng di anak tangga pura. Smileeeee.....
















Pasar Seni Sukawati
Waktu ke Sukawati, aku lupa ngapain aja selain belanja. Yang kupikiran beli oleh2 buat teman teman se kos. Baru deh mikirin diri sendiri. Kalo sekarang, aku termasuk jarang bareng beli buah tangan kalo ngetrip, soalnya ribet dan belum tentu orangnya suka. Jadi penggantinya foto dan ceritaku aja hehehe. Menarik di Pasar Sukawati ini, menjual berbagai macam cinderamata mulai dari tas, sendal, baju, dan pastinya wajib, Kain pantai. Apa aja ada deh. Untuk harga musti kita tawar, dan tips paling tepat kalo kesini, pagi hari, pas waktu kios-kiosnya bru aja dibuka. Banyak yang kalap belanja disini. 
Ubud
Kami ngunjungin desa seni Ubud yang membuat berbagai macam ukiran, lukisan dan seprai lukis. Selain melihat cara pembuatan lukisan seprai, kami pun juga ada yang berbelanja. Sekali lagi, anak-anak kos, alias kami yang muda ini, gak ada yang belanja disini, kecuali teman teman kami yang pada udah senior yang pada punya "dana" hehehe. Kami cukup berselfie dan melihat galeri sudah membuat kami senang. Derita nasib budget shopping terbatas. Hiks3








Bedugul
Bedugul, tempat wisata yang benar benar membekas di memori ku, meski sudah 6 tahun lalu. Aku ingat, saat bis diparkir, kami berjalan bersama menuruni jalan yang didepan kami terbentang pemandangan danau yang indah sekali. Udara sejuk dan beraih terasa. Kami diarahin segera oleh guide untuk menikmati wisata disini. Aku dan ketiga temanku, kami menyewa speed boat yang mengantarkan kami puas mengelilingi danau hingga ke satu tempat yang dulunya Resort. Rombongan temanku yang lain juga kesini. Setibanya di dermaga, spot ini bagus menurutku, dan keluarlah kamera. Sesi jeprat jepret dimulai. Cukup lama kami disini, sekitar 20 menitan. Lalu kami lanjut berputar putar dengan speed boat plus minta tolong difotoin ama Bli pemilik speed boat dengan background pemandangan sekitar dan juga Pura Ulun Danu Beratan sebagai latarnya. Perfect. 
Selesai berspeed boat ria, kami pun makan siang. Enak lho, soalnya ditemani semilir angin dan pemandangan indah di Bedugul, bikin betah berlama lama. 






















Pantai Kuta
Sore hari, kami ke Pantai Kuta. Di pasir putih, kau genggam jemari tanganku....lha kok jadi nyanyi Kuta Bali ya. Dan tada.....ini rupanya Pantai Kuta yang tersohor di seantero dunia. Pantai luas dan memanjang ini menyuguhkan pesona sunset dan ombak yang pas untuk para surfer pemula. Aku sadar diri gak bisa surfing dan trauma ama laut, pernah kegulung ombak waktu SMP, memilih cukup berpose sambil memegang papan seluncur milik salah seorang turis. Setelah itu kami sempat berbincang cukup lama dengan pemilik selancar, sang turis dari Jerman. Sayang, yang lain dah pada capek, dan kami musti kembali ke Bis, pulang ke hotel buat beristirahat. 




Joger Kuta
Siapa yang kalo ke Bali gak kesini? Rasanya ini menjadi tempat yang wajib buat shopping, dan kalo aku kesini, pasti ada aja yang dibeli, meskipun 1 atau 2 buah. Disini ni, belanja dibatasin, 1 orang maksimal 12 item. Udah itu, aura kalap shopping terasa banget disini, yang tadinya gak belanja jadi ikut ikutan. Aku yang pertama kali kesini jadi belanja juga. Aku beli sendal beberapa pasang buat oleh-oleh dan dipakai sendiri trus baju, gantungan kunci dan kurasa gak begitu banyak juga belanjanya. Tapi alhasil pas ngecek uang di dompet tinggal dikit. Maklum anak kos, uang sakunya gak banyak. hehehe. 

Garuda Wisnu Kencana
Saat kami ke Garuda Wisnu Kencana atau dikenal GWK, tempat ini baru dibuka untuk umum. Kami tiba senja dan menghabiskan waktu hingga malam untuk menonton pertunjukkan tari kecak yang keren bingits. Dan disini momen tunggu menunggu terjadi. Ceritanya aku dan bu Endah, dosenku yang  sama sama hobi motret, kami keasikan huntiing foto. Teman teman yang lain rupanya pada nungguin di Bis. Aku tertolong, gak ada yang bisa marah, saat kami tiba dii bis, soalnya kan bareng ama Dosen. Hahahhaa. Kalo ingat ini ketawa sendiri. Sorry ya pren, kami berdua soalnya udah terhipnotis ama keindahan GWK. 





Tanjung Benoa 
Ini ni tempat seru buat permainan olahraga air ataupun buat sekedar rekreasi. Aku nyobain glass boat, itu lho, motor air yang ada kaca di dasarnya supaya bisa liatin ikan-ikan dan terumbu karang di dasar laut. Trus kami juga ke Pulau Penyu, yakni pulau dimana kita bisa bercengkrama dengan satwa, seperti Penyu, Burung enggang, ular yang gede, dan hewan lainnya. Aku selfie juga bareng burung dan ular, sebelumnya aku belajar pegang ular di pasar burung belakang Taman Sari Jogja, jadi udah gak begitu takut ama mahkluk yang satu ini. 

Mbak Dessy temen kami nyobain parasailing, kalo aku dan yang lain asik liatin ada artis Sisil ama ama satu lagi artis co, lupa namanya, yang lagi syuting disini dengan adegan Sisil yang dibopong paksa untuk naik speed boat ama tu aktor. Sepanjang pantai pengunjung juga rame yang ngeliatin mereka. Makan siang kami juga disini, asik kan, makan siang di pantai dinikmati semilir dan aroma laut yang khas. 
















Yayasan Bumi Sehat Ubud
Kisahnya nanti di postingan ku selanjutnya ya....

for My Dearest friends and Lecturers

Tidak ada komentar:

Posting Komentar