DESTINASI PERTAMA KU NGETRIP KE LUAR NEGERI


Assalamualaikum semua. Kali ini aku pengen berbagi cerita ni tentang trip perdanaku ke luar negeri. Penasaran, kemana tempat yang pertama ku kunjungi sebelum ngebolang kesana kemari. Yup....aku ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Berkat itu juga, aku jadinya bikin paspor perdana, yang tepat tanggal 9 Juni 2010 dikeluarin di Imigrasi Pontianak dan beberapa hari kemudian paspor sudah berada di tanganku. 

Gimana rasanya mau keluar negeri? Pastinya senang dan exciting banget. Bisa juga ke negeri orang meskipun ke tempat paling dekat, Kuching, yang bisa ditempuh lewat jalur darat dengan bis sekitar 10 jam an. Teman2 sekantorku pun gak kalah antusias, karena kita bisa liburan bareng yang diorganisir oleh kantor. Berangkatnya rame lho, 18 orang.

Oh ya, momen sebelum keberangkatan kami di bulan September 2010, 18-22, waktu itu bertepatan seminggu setelah lebaran Idul Fitri, kami sudah banyak yang menukar uang Rupiah ke Ringgit dengan kurs sekitar 1 RM= Rp 2.700. Murah banget kan!
di bis Eva, sesaat sebelum berangkat
Tibalah hari keberangkatan, kami diminta mengisi borang (dulu pakai borang, sekarang gak) setibanya di pangkalan bis di Sisingamangaraja. Kita juga musti mempunyai NPWP supaya tidak membayar biaya visa dulunya. Sekarang sih fleksibel. Cukup punya paspor udah bisa berangkat. Nah, kami waktu itu naik bis Eva, lumayan enak dan kalo malam AC nya brrrrrr dingin banget. 

8 jam setelah perjalanan malam yang panjang, bis pun tiba di Imigrasi Entikong, Indonesia. Kami  turun dan berjejer di depan pagar, lalu segera masuk saat pagar dibuka dan ngantri di depan petugas.  Musti cepet. Kenapa? Karena kalo gak, bisa keduluan orang deh. Disini dan di imigrasi manapun, kita gak boleh motret. Tapi setelah lepas dari pengecapan paspor, kaminya lanjut berselfie ria, namanya juga bareng teman2, pengennya diabadiin terus deh. Hehehe. 

Lanjut ke imigrasi Tebedu milknya Malaysia, antriannya puanjaaaaaang dan lama, gak tau kenapa, membuat kami semua baru bisa naik ke Bis jam 7.00 waktu malaysia. Muka muka dah pada kusut dan lusuh, bersyukur yang pada bawa makanan, bisa menikmati bekal untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. 

Jalanan menuju Kuching mulus, sepanjang jalan di kanan kirinya banyak pepohonan serta tak jarang rumah rumah masyarakat setempat bentuk nya seperti rumah di Upin Ipin. Mulai bosan dan mata pun masih mengantuk, so back to sleep deh.

Welcome to Kuching kata Ibu n Bapak Bos, wah,,,,,asikkk,,,,kita sampai juga di Kuching, kotanya bersih dan teratur. Kami semua bangun dan bersemangat melihat kota yang punya patung kucing sebagai landmark kotanya itu. Kota ini jalannya banyak yang satu arah, dan tak lama kemudian, kami akhirnya tiba di penginapan kami, namanya Kuching Hotel. Letaknya di dekat jalan carpenter street. Harga permalamnya kami gak tau, karena sudah diurus semua oleh kantor. Aku bertiga dengan kak Fath dan Yanti, dan beruntung kami dapat kamar yang menghadap ke jendela yang mana didepannya ada Gedung bioskop yang punya wifi gratis yang sinyalnya sampai dikamar kami. Jadi kami bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga berkat wifi gratis. horeeeee.......

Setelah pembagian kamar yang berlangsung cukup lama, kami bertiga akhirnya beristirahat sambil menikmati bekal yang sudah disiapkan ibuku kemaren malam. Masih enak nasi dan ayamnya, nyam nyam,,,,dan masih lom kenyang hehehe.
Jam 12 siang, teman2 sepertinya sudah ada yang bersiap2 ingin jalan, dan semua ingin menuju pasar Satok. Pasar ini hanya ada di akhir pekan. Kami pun bersiap, tapi sayangnya untuk kesana kami musti bayar taksi masing2, syukurnya masih masuk akal, kami berempat plus bang Alex, ke pasar Satok dengan membayar masing-masing @5 RM. Taksi hanya muat untuk 4 orang jadinya kami dan teman teman lainnya menggunakan taksi yang berbeda beda. 

Setibanya di Satok, pasar ini seperti pasar tumpah, semuanya ada, dari buah, sayur, ikan, souvenir, dan lain lain. Saking bingungnya aku jadi lapar lagi hahaha, dan aku pun memutuskan makan di kedai di dalam pasar itu. kedai halal, penjualnya muslim. Ternyata yang lain juga ikutan makan. Setelah kenyang barulah kami lanjut hunting buat belanjaan. 
Kuching Hotel terletak bersebrangan dengan Medan Pelita Wayang Street


ini kami di jembatan menuju Plaza yang berada di seberang Pasar Satok
ini día Pasar Satok


Ada yang beli buah kiwi karena katanya murah disini, trus beli tas, souvenir, kain, kue, Milo, dll. Aku hanya tertarik tas kanvas yang bergambar kucing kecil kecil, bagus. Jadinya kubeli deh, kalo gak salah 50RM (masih kupake sampai sekarang) dan temen temen yang lain banyak juga beli sandal, karena alas kaki yang mereka bawa kurang enak dipake, ada juga sih yang buat oleh oleh. oh ya, ada juga yang beli topi anyaman. Trus Puput anak Bos, dia sama aku punya ketertarikan yang sama ama sendal. Warna pink fanta. Bagus deh. Eh,,pas Puput dibeliin, akunya juga ditraktir ama Pak Bos, makasih ya Pak....
ini ni sendal baru Puput dan Fitri. Lucu kan.....
my cute bag, kucing meong meong

Gak seru kalo gak foto, yup,,,dimana mana kami berfoto. Di jembatan, di pasar, dimana aja deh. Dan siang itu kami akhiri dengan kembali ke Hotel. Kami pengen coba naik bis, karena cuma 1 RM, tapi khawatir tersesat akhirnya ya udah kembali nyetopin taksi deh dengan formasi yang sama. Setibanya di hotel, pilihan kami sudah bulat, waktunya bobok siang,,,,,ngantuk pisan euy.

Sore,,,,,setelah mandi dan sholat plus berdandan cantik dulu hehehhee, kami bertiga lanjut jalan ke waterfront. Penasaran banget kami ama yang satu ini. Kenapa tidak, kota ini sangat dikenal dengan semarak dan indahnya waterfront. Letaknya yang tidak jauh dari hotel membuat kami pun tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba disana. Kami berjalan dan berselfie di setiap sudut dan juga tak lupa membaca info2 tentang kota Kuching yang tertera di papan ataupun di lantai. Ada patung besi yang bisa bergerak, berlampu ungu dan memancurkan air, indah sekali. Namun sayang sekarang sudah tidak bisa bergerak lagi. Semakin senja dan magrib pun mulai tiba, semakin ramai waterfront. Lampu lampu mulai hidup membuat indah semuanya. 
Bersama Kak Fath (kuning), Yanti (tengah) dan aku ^_^ di waterfront
latar belakang kuil yang sudah berusia ratusan tahun 

Kami kembali ke hotel dan waktunya makan malam. Kami semua nyamperin hotel diaman tempat Bos kami menginap. Makan malam bersama di rooftop dengan berbagai sajian seafood. Kami ada 3 meja besar. Sangat ramai di resto itu. Dan kami sekitar 1,5 jam menghabiskan waktu disana.
setelah kami makan malam di rooftop, saatnya foto bareng


smile and peace.....

at Mooncake Festival



Foto keluarga besar di patung keluarga kucing
Setelah dari sana, kami lanjut ke perayaan Moon Cake, atau Kue Bulan. Berada di jalan Carpenter Street, festival ini sangat meriah. Bertemakan merah, Kedai dan kios berjejer di sepanjang jalan. Hiasan lampion disana sini, bunyi genderang, tarian, nyanyian silih berganti membuat semarak suasana. Kami bergantian memotret dengan kamera dslr ku, pengennya sih sampai larut malam tapi mata berkata lain, kami butuh tidur. So,,,back to hotel. 

Pagi hari yang cerah, kami berkumpul di Lobby dan siap untuk wisata selanjutnya. Kami sarapan pagi di kedai sekitar. Tidak boleh asal makan disini, karena banyak yang mengandung pork atau lard alias tidak halal. Alhamdulillah kami menemukan yang halal. Bagi teman teman kami yang non muslim, mereka bisa menikmati makanan dimana saja. Dan kami sebagian memang non muslim. 

betapa sepinya jalan kalo baru jam 7 pagi
Selanjutnya, kami berkumpul di lobby hotel tempat menginap Pak Bos, Bu Bos, dan Puput serta tantenya.  Kami pagi ini akan pergi ke beberapa tempat. Dengan naik van yang satu vannya hanya berisi 6-7 orang, 2 van ini melaju menuju ke Museum Kucing yang berada cukup jauh dari kota. 

di Museum Kucing
Museum kucing ini memiliki beragam macam barang berbentuk kucing. Kami berkeliling dan berfoto foto disini. Paling lucu saat kami bergantian berpose di photo booth kucing, kepala kami menggantikan kepala kucing. Dan tak lupa, foto bersama di depan museum. Gak boleh terlewatkan 

ini dia photo booth kepala kucing yang lucu

siang bolong panas terik, coba liat pak yopan ikutan ngelindungi diri pake kain ^_^
Lanjut, kami ke Astana dan Dewan Undangan Negeri Sarawak, seperti Gedung pemerintahan gitu. Kami hanya bisa sampai di depan saja, karena gedung ini ditutup. Jeprat jepret sebentar, soalnya panas terik dan sepertinya sebentar lagi turun hujan. Kami menempuh perjalanan yang cukup jauh hingga akhirnya tiba di Damai Beach. 
eksis di depan Dewan Undangan Negeri Sarawak

Ini dia keseruan main di Pantai Damai alias Damai Beach. Memiliki resort di dalamnya. kami bermain di pantai dan beberapa ada juga yang berenang. Aku memilih berjalan di pinggir pantai. Kami juga berfoto dengan berbagai macam pose. Semua senang. Semua riang. Dan saat senja sudah mulai datang, kami kembali pulang ke hotel. 

Oh ya ada juga cerita, saat kami mau ke waterfront dan Festival Kue Bulan. Sesampai kami di lobby hotel, kami melihat ada 2 teman kami, mereka tampak kelelahan. Rupanya mereka jalan kaki dari Mall di pasar Satok sampai ke hotel. Gila,,,,apa gak gempor tuh. Ya sudah,,,,dan malam ini mereka mau jalan bareng sama kami.

Menunggu mereka mandi, kami menghabiskan waktu bercerita dan melihat foto dikameraku. Tak lama, mereka sudah siap dan ada beberapa teman yang lain juga mau bareng. Kami beramai ramai pergi makan di waterfront dengan menaiki Tambang. Ini dia fotonya saat makan bareng, BTW menu yang dipesan kok pada hampir sama semua ya? Setelah itu singgah sebentar ke festival Moon Cake. 
yanti, kak fath, melly, nia, puput, fitri, kak yani, dan dian


bagus kan cottage nya
saling tarik menarik, akhirnya pada basah semua
latar belakang gunung Santubong di pantai Damai

Jump!!! Bu Windy bareng anaknya, Puput

with Diana

ayo loncat kak Telly....

















makan malam bareng di food court sebrang waterfront

suasana Mooncake Festival
Pemain Musik Tradisional

Hari ke 4 di Kuching. Paginya kembali nyobain kedai halal yang berbeda, dan disini lumayan enak masakannya. Trus harganya juga terjangkau nih. Setelah kenyang menyantap sarapan pagi, kami tema nya hari mau mau shopping. Wah ini hari terakhir kami dan waktunya menghabiskan ringgit, kata teman temanku. Aku masih menyisakan banyak ringgit, tidak ingin kuhabiskan. Kan nanti bisa di tukar ke rupiah lagi pikirku. Jadi aku cukup berbelanja di sepanjang Main Bazaar untuk membeli souvenir serta baju kaos buatku. Thats it.
sarapan di Kedai Halal di dekat hotel kami



pose dulu sebelum shopping

The Old Courthouse


Ini kaos yang kubeli, masih sering kupake lho

kak fath beliin buat keponakannya
Siangnya kami kembali ke hotel dan aku beristirahat hingga sore tiba. Gak mau menyiakan waktu, aku dan kak Fath memutuskan untuk mengintari pusat perbelanjaan di sekitar Patung Kucing. Kami juga bertemu yang lain, dan kita pengen cobain KFC disini. Alhasil, rasanya gak cocok lidah. Datar aja rasanya, jauh banget dengan KFC di Indonesia. Gak tau kenapa. Mungkin disesuaikan lidah orang sini.
ini KFC di Kuching, namanya juga franchise, warna tema sama tapi sayangnya rasa makannya yang beda

di depan Sarawak Plaza, isinya kaya Matahari Mall Pontianak

menurutku di dalam Tun Jugah Mall ini sama juga sisinya seperti Sarawak Plaza


kucing belang tiga, gendut....oh ya, disini kami beli zambuk

itu juga patung kucil tapi kecil

teksi kuching, kalo yang sedan semua seperti itu, gak ada argo nya, jadi sebaiknya tawar menawar dulu ya


Puas jalan jalan dan berfoto pastinya hahaha. Kami ketemu dengan Pak Yopan dan Bang alex. Mereka pengen jalan. Ya udah, kita putuskan jalan bareng aja, tapi kami berdua mau kembali ke hotel buat mandi dan ganti pakaian lagi. Soalnya dah keringatan ni. Dan di hotel kami bertemu dengan Yanti mau ikutan jalan bareng. Kami bersama berjalan cukup jauh, hingga ke Padang Merdeka. Sebuah dataran luas yang banyak pohon pohon Randu besar. Pak Yopan setia membawa sebotol gede air mineral 1,5 liter yang ujung-ujungnya juga habis karena dia kelelahan jalan kaki. Hehehe.  Malam itu kami sangat puas menikmati Kuching. Gembira, kocak, plus ada curcol juga. Seru abis!!!

Keesokan pagi, kami sudah berkemas dan menurunkan bawaan ke lobby. Dan kami tidak dijemput dengan bis, tapi van yang mengantarkan kami ke terminal. Dulu masih di serian, namun sekarang semua bis berkumpul di Kuching Sentral. Goodbye Kuching.....waktunya pulang.....

Kisah ini aku ceritakan kembali buat kalian semua, Bu Windy dan Pak Harry serta anaknya Puput yang asik dan supel, dan Bu Tunut. Spesial buat teman temanku kusayangi yang juga ikut dalam trip ini: kak Telly, kak Yani, Mbak Mel, mbak ani, mbak ling ling, Kak Fath, Yanti, Kak Nia, Dian, Melly, Pak Yopan serta Bang Alex. 

Untuk teman-temanku juga seperti kak denny, Mbak lilik, Bu shalida, kak Missy, Yenny, Rinda, Cece yang waktu itu lagi gak bisa ikutan ngetrip. 
ketemu Pak Yopan dan Bang alex 
itu kantong yang berisi sebotol gede air yang dibawa pak Yopan

makasih ya pak yopan udah bantuin bawa tas kameraku

ini di depan Sarawak Museum 




Memorial Park



Padang Merdeka yang memiliki beberapa pohon Randu super besar





Menghabiskan malam di waterfront sambil maem mie. Bang alex, yanti dan pak yopan udah duluan ke Hotel karena lelah




ini terminal bis, tempat dimana bis yang akan membawa kami pulang dari Kuching ke Pontianak
























3 komentar: