ROAD TRIP DI TAHUN BARU 2016

Happy New Year 2016......
Selamat Tahun Baru 2016....
1 Januari 2016
Kali ini kami memilih ngetrip di tahun baru, 1-2 Januari 2016. Berbeda dengan tahun 2015, yang kami isi malam tahun baruan dengan dinner bareng di rooftop alias teras atap rumah kami. tahun sebelumnya kami selalu menghabiskan tahun baru di luar kota. 
Pagi selepas sholat subuh, kami mulai packing terus dilanjutin memasukkan barang ke dalam mobil. Sempetin makan pagi di rumah, jadi ntar gak repot di jalan, cari sarapan. Jam 7.20 kami meluncur langsung tanpa berniat singgah, tapi rupanya gak ketemu dengan rombongan lain, karena mereka ada singgah dulu ke beberapa tempat dan sarapan. Kami yang udah duluan sampai di Mempawah, mutusin nungguin mereka di Pantai Kijing, sekalian pengen tau gimana suasana pantai ini sekarang. Tidak begitu banyak perubahan ternyata. Untuk tiket masuk per orang Rp 10.000, lumayan terjangkau. Air laut tidak terlalu bersih, seperti di pasir panjang, tapi tidak menjadi halangan buat pengunjung yang datang untuk tetap bermain air atau berenang di laut. 

Kijing yang berlokasi di Mempawah ini, memiliki pantai berpasir putih agak kecoklatan dan banyak pohon kelapa yang berbaris rapi di pinggirnya. Diantara pepohonan itu, tumbuh dengan subur ilalang,   tapi membuat pemandangannya menjadi indah menurutku. Kami memarkir mobil di depan sebuah kedai. memesan kelapa muda yang segar tanpa ditambahi gula ataupun es. Harganya pun tidak mahal, per buah Rp 10.000. Dan jika ingin ke kamar kecil, cukup bayar 2.000/sekali pakai. Air nya bersih, bening, karena berasal dari mata air. Beda jauh kalo di Tayan, yang air nya cenderung kecoklatan. 


Mereka masih lama, dan kami punya waktu 1 jam an lebih untuk explore pantai ini. Jeprat jepret pun dilakoni oleh kami. Gantian motretin, tapi banyakan akunya sih yang motret. Papi lagi asik makan kuaci sambil duduk enjoy nikmatin pantai. Indahnya,,,,,langit biru dan laut, menjadi sempurna. Tapi itu tak berlangsung lama, karena tak lama kemudian, langit biru mulai terganti dengan awan mendung. Di utara terlihat mendung sekali, sepertinya saat menjelang sholat Jumat nanti, kami harus menerobos hujan . 

Ikan tembakol atau ada yang bilang ikan indosiar, ikan terbang atau loncot. Banyak aliasnya. Tapi seringnya sih disebut ikan tembakol. Ikan ini memiliki sayap dan loncat loncat di Pantai yang becek. Habitatnya memang pantai berlumpur. Disini ikannya gede-gede, lucu lagi kalo loncat. Hehehehe. 

Kita tunggu di tepi jalan aja yuk, kata papi. Kami lalu keluar dan memarkirkan mobil di pinggir jalan, karena ada sesuatu yang menarik. Di tepi jalan ini, kanan kirinya berjejer penjual bunga bogenvil, beragam warna dan rupa. Tapi sayang, saat baru mau dilihat, eh rombongan teman kami melintas, langsung deh balik ke mobil, tancap gas. Kebeneran, hujan lalu turun deras, dan kami semua berhenti di salah satu masjid, untuk para bapak-bapak dan anak cowo menunaikan sholat Jumat. 

Lanjut perjalanan lagi, hampir dekat dengan tujuan. Ternyata ada kemacetan yang panjang banget, karena perbaikan jalan. Gak kebayang, kalo kemaren kesini, lebih parah macetnya. Banyak yang mencoba menyalip dari kanan, tapi justru memperparah keadaan. Kami memilih mengambil arah kiri, melewati jalanan bebatuan dan rumput di pinggir jalan. Kami pun tiba lebih cepat 30 menit dari mereka. 

Kami bersama-sama masuk ke Tanjung Bajau. Setibanya di hotel, mereka semua langsung check in, kami lebih memilih untuk mencari tempat dimana bisa bercamping ria. Kami naik ke atas bukit, namanya Rindu alam. Indah sekali disini. Hamparan pemandangan indah lautan dan pantai dari ketinggian. Papi ingin dirikan tenda disini, karena dia melihat tidak ada spot yang menarik di pantai. Disini Pantainya pendek. Jadi sangat tidak di rekomendasikan untuk camping disini. Lebih baik di Pasir Panjang. 

Hari semakin senja, gerimis tidak berhenti. Kami kembali ke hotel untuk mandi. Papi memilih sholat di surau dekat pantai.  Malam itu hujan deras, Momoy dan Cece meminta kami untuk membatalkan rencana camping. Dan menginap bersama mereka. Akhirnya kami pun menghabiskan malam di hotel, dan membakar ayam kampung yang dioles dengan bumbu spesial buatan Papi di ruang terbuka hotel. Cece juga ikutan membakar puluhan potongan ayam serta udang. Kamipun bercerita hingga kantuk tiba. 

2 Januari 2016
Pagi ini masih gerimis. Kami yang sudah bangun sejak jam 5 subuh, membantu cece menyiapkan sarapan pagi buat rombongan. Cece membuat burger dengan jumlah yang banyak. Setelah selesai, kami lanjut memasak tumis request nya cece dan ayahnya. Hehehehe. Sedaaapppp.....


Semua sudah siap, kami mandi bergantian, lalu sarapan bersama. Packing dan memasukkan barang ke mobil. Kami mencoba menelusuri lagi pantai. Dan bertemu dengan Koko dan Momoy yang asik berselfie ria dengan Iphone nya (hobi mereka berdua). Ngobrol sambil makan langsat. Tak terasa jam 10. Aku masih belum menemukan sulthan dan ortunya. Kusamperin lagi dihotel, gak ada. Mereka rupanya dibawah, dekat wahana permainan. Kami samperin, dan sesuai janjiku, aku mau motret sulthan dan ortu disini. Sayang, sulthan rada ketakutan, liatin patung patung yang besar di sekitar pantai. Jadi memotret tidak maksimal. Aku inginnya di pantai tapi karena motret anak kecil, kita harus bisa puter otak, memaksimalkan kondisi yang ada. 1 jam pemotretan. Kami harus segera kembali ke Pontianak untuk menghadiri Tahlilan keluarga. Jam 11, kami pun pulang ke Pontianak, dengan bergantian menyetir. Papi sampai Mempawah, dan aku melanjutkan hingga sampai dirumah. Hujan superlebatpun menemani dan menutup perjalanan kami kali ini. Sampai jumpa di trip selanjutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar