PHO NOODLE VIETNAM [HALAL FOOD], Hồ Chí Minh City

Gak komplit rasanya kalo traveling tanpa kuliner. Tapi jika masalahnya kita traveling ke negara yang minoritas Muslim, terpaksa, super hunting makanan halal, bukan sekedar tulisan halal, tapi benar-benar Halal. Karena tidak jarang banyak yang memasang tulisan halal, tapi boongan. 

Kali ini, V3 traveling ke Hồ Chí Minh City, ibu kota Vietnam. Penasaran dengan Pho yang menjadi ikon kuliner negeri ini. Jadi semenjak hari pertama di HCMC, V3 udah blusukan cari Pho Halal. Banyak yang rekomendasikan Pho 2000 yang legendaris itu, tapi ternyata disana jual Pho sapi dan pork. Berarti otomatis gak halal. Dan liat jual Pho yang lain juga, semua gak halal, sampai akhirnya nemu Pho halal di hari terakhir di HCMC. Seneng pastinya, kesampaian juga makan mie ini. Apalagi V3 emang demen mie. 

Foto-foto ini diambil pake hp LgP500. 

Ini namanya kedai Ustazah Hj. Basiroh. Terletak di daerah  Bến Thành Market dan satu satunya jalan di kawasan market yang hampir semuanya kedainya menjual makanan halal. Dan disini kita bakalan bertemu banyak wisatawan Malaysia ataupun wisatawan muslim. 



Di kedai ini menjual berbagai macam masakan. Aku memilih teh tarik dan Pho. Pengen sih makan nasi goreng, tapi sayang kan masa gak makan Pho.


Menurut wikipedia,

Phở

Semangkuk phở dengan cháo quẩy (cakwe)
Phở Tentang suara ini dengarkan  (pho) adalah masakan mi sapi dari Vietnam. Makanan ini berasal dari Hanoi dan menyebar ke selatan hingga ke Kota Ho Chi Minh, dan ke seluruh dunia. [1]
Mi untuk phở disebut bánh phở, dibuat dari tepung beras. Setelah mi dan tauge diletakkan di dalam mangkuk, di atasnya diletakkan irisan daging ayam atau irisan tipis daging sapi (mentah atau matang sesuai selera). Bila irisan daging sapi mentah yang digunakan, siraman kuah panas membuat irisan daging menjadi matang. Sebelum dihidangkan, di atas mi ditaburkan irisan daun bawang, daun ketumbar, atau bawang bombay sebagai penyedap.
Kuah dibuat dengan cara menggodok potongan besar daging sapi, tulang sapi, atau buntut sapi dengan perlahan hingga didapat kaldu yang kental, namun bening. Proses pembuatan kuah untuk phở bisa berlangsung berjam-jam hingga sehari semalam. Rempah-rempah untuk kaldu terdiri dari jahekayu manis, dan bunga lawang. Phở sering dihidangkan bersama cakwe, dan dinikmati dengan tambahan sambal botol, kecap ikancuka, atau perasan jeruk limau.
Harga Pho dan teh tarik ini 80.000 dong atau sekitar Rp 50.000. Sebelum makan pho ini, V3 mencicipi dulu rasa kuah dan mienya. Ini hal wajib yang musti dilakuin V3 kalo makan sejenis mie dan bakso, biar tau rasa aslinya. Lumayan seger dan gurih. Trus V3 minta diajarin cara makan Pho sama pelayan kedai supaya gak keliru soalnya mie pho ini disajikan lengkap dengan jeruk, cabai, sambel dan dedaunan, basil Thai namanya. Jadi cara makannya, masukkan basil Thai kemudian kasih cabai, sambel dan jeruk sesuai selera. Nah, saat dimakan beberapa suap, rasanya lumayan, tapi lama kelamaan, kenapa rasanya gak jelas gitu setelah dikasih basil thai ini. Gimana ya, gak enak bgt menurut V3. Menyesal juga kenapa tadi langsung memasukkan banyak daun thai basil ini. Syukur ada teh tarik, lumayan ketutup rasanya. Pelayan kedai agak heran melihat V3 tidak menghabiskan mie dan daunnya. Katanya orang sini justru biasanya minta tambah daun thai basil itu. Lain padang lain belalalng, lain lidah lain kesukaan. Jadi saran V3, kalo mau makan ini, coba dulu dikit pho dan basilnya di tempat berbeda karena meski dikit daun yang dimasukkan ke mangkok, tetap bisa mempengaruhi rasanya. Strong banget rasanya. Kalo demen, silahkan masukkan sesuai selera. Selamat mencoba Pho..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar