SINGAPORE ON JANUARY 18-19, 2013 [MAMATRIP]

Assalamualaikum sobat VisitV3...kali ini V3 mau cerita tentang trip bareng Mama ke Singapore dan Malaysia (Kuala Lumpur). Trip ini adalah trip V3 pertama kali ke 2 negara ini, meski sebelumnya V3 pernah bareng teman sekantor dulu ke Kuching. 

Berawal dari maskapai Batavia yang promo tiket murah, aku pun membeli beberapa tiket dengan berbagai destinasi, sayangnya yang sempat dipakai tiketnya hanya jakarta pnk, dan PP Pnk-Sg, selebihnya PP Pnk Jogja gak bisa dipake terpaksa musti beli baru lagi karena Batavia waktu itu udah keburu bangkrut. 

Pontianak setauku hanya Batavia saja yang membuka rute langsung Pnk Singapore, dan sampai skrg tidak ada rute yang sama dibuka oleh maskapai lainnya. Hanya ada Pnk-KL by Air Asia dan Pnk-Kuching. Jadi ini momen yang langka. 

Sayangnya sewaktu kami berangkat, Mama masih dalam tahap penyembuhan karena fraktur klavikula, sehingga destinasi kita pun tidak banyak. Alhamdulillah, akhirnya bisa menghadiahkan Mama ngetrip berdua. 

Kami berangkat tanggal 18 Januari, cuaca bersahabat dan anehnya di dalam pesawat terasa lega, karena banyak kursi yang kosong. V3 gak kepikir ini sinyal kalo Batavia sebenarnya menuju kebangkrutan. Penerbangan terasa nyaman dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Singapore mulai terlihat dan V3 pun menjeprat jepretin Canon G15. Landing dengan mulus di Changi. 







Setiba di Changi, kami tidak berselfie karena ini kali perdanya V3 dan Mama ke Singapore. 1 kata, Takjub melihat bandara Changi yang super besar dan bersih serta indah, lengkap, Mantep deh. Kami sempat bingung dimana Imigrasi dan mengambil bagasi, karena saking luasnya Changi. Jadi yang ada di kepala bagaimana kami bisa ke Johor secepatnya. Kenapa ke Johor? Itulah kesalahan yang kubuat karena V3 kira jarak JB ke Singapore itu dekat dan mudah dilewati, tetapi salah. Ternyata memakan banyak waktu. Tapi justru inilah titik awal berdirinya VisitV3 Trip Organizer, mengatur trip sehingga menjadi menyenagkan berkesan tanpa kebingunan. Belajar dari pengalaman, dan jadi seperti sekarang yang ngerti seluk beluk Singapore. 
Setelah melewati Imigrasi dan mengambil bagasi, kami menuju konter shuttle bus yang menuju ke Johor Bahru. Dulu masih 7$ per orang. Perjalanan kurang lebih 2 jam hingga tiba di Woodlands (Imigrasi Singapore). Imigrasi Singapore menuju ke JB berlangsung cepatm karena kami sudah melewati imigrasi di Changi sebelumnya. Dan kami kemudian naik kembali ke bis untuk menuju ke JB CIQ. Inilah pemberhentian terakhir bis nya. Hanya sampai di JB CIQ bukan do Larkin. Jadi syukurnya hotel kami deket JB sentral, tinggal jalan kaki aja dari JB CIQ. Kalo cerita sekarang ni sepertinya mudah, tetapi sewaktu kami dulu disana, kebingungan menemukan arah ke hotel. Tanya sana sini, petugas, dll, Alhamdulillah sampai juga. 

Inilah hotel kami menginap, Citrus Hotel. sesuai namanya, warnanya didominasi orange dan hijau. Kamar kami di lantai 3, dan disini ada lift kecil yang muat untuk 4 orang. Kamar nya lumayan besar, bersih dan kasurnya cuku empuk. Ada brakas dan lemari pakaian serta gantungan baju. Perlengkapan mandi lengkap, handuknya lumayan bersih. Kuberi nilai 7,5 untuk hotel ini. Kaami juga memesan kamar beserta sarapannya, dan untuk sarapan cukup bervariasi dan tidak membosankan jika menginap 1-2 malam disini. di sebrang hotel ini JB Sentral mall yang menjual banyak berbagai fashion branded, makan, minuman, dll. 




Setelah menjepret kamar, kami pun beristirahat, sampai tiba waktu sore. Kami mandi dan sholat. Lalu bergegas kembali menyebrang 2 negara ini. Kami ingin melihat Singapore di kala malam hari. Kami mngeikuti petunjuk prang menaikibus hingga tiba di Kranji Stasiun MRT, dan kami sebelumnya sudah punya STP (Singapore Tourist pass) yang di beli di Changi. Jadi setelah mempelajari serta bertanya bagaimana ke Marina Bay, kami pun mencoba MRT yang super keren ini. Maklum Indonesia lom ada. Apalagi di Pontianak ya :)

Perjalanan cukup jauh, 1 jam menurutku, hingga kami tiba di stasiun terakhir jalur merah MRT yakni Marina Bay Stn. Kami langusng menuju pintu keluar dan taraaa.....bingung. Kenapa plong gini ya, berada di halaman luas. Namun di depan kami berdiri gagah Hotel Marina Bay Sands, dengan ciri khas seperti kapal diatas gedung. Kami pun mengikuti petunjuk jalan kesana. Sebenarnya ada Jalur MRT ke Bayfront (setelah kedatanganku selanjutnya kesini), tapi berhubung dulu gak tau, ya jadi jalan kaki lumayan jauh deh. 

Rasanya takjub banget emihat gemerlap lampu kota di Singapore ini. refleksi sinarnya indah di permukaan air. Mama berkali kali minta jepret. tak terasa kami berjalan hingga di Marina Bay Mall. Terlihat di sebrang patung Merlion. Kami lalu masuk ke dalam mall. Seperti biasa Mama minta diabadikan di spot spot yang ia inginkan. 

Beruntungnya kami berdiri tepat di depan pintu menuju pertunjukkan Water and Light Spectacular. Karena itu aku jadi tau jadwal pertunjukkannya dan pasti membawa sobat VisitV3 kesini, karena atraksinya keren abis. Puas menonton kami pun berjalan menuju ke the Helix Bridge. Dan masuk ke LV disini, hehehe. Gak mungkin belanja lah, muahaaaal banget, dompet aja harganya selangit. Tapi minimal jadi tau LV asli tu kaya gimana. Selfie disini, gak mungkin, apalagi kalo gak beli kan. Jadi cukup selfie di depan LV aja. 

Gak terasa sudah pk 22.30, itu artinya kalo tidak segera pulang, kami akan ketinggalan MRT. deg degan karena kami mikirnya kami bakalan jauh berjalan menuju Mina Bay Stn, tapi kami mencoba menuju ke MRT Bayfront, dan alahmdulillah dari sini jadi paham, ternyata bisa pindah jalur. Dan perasaanku lega banget saat sudah naik MRT Marina Bay menuju Kranji. 

















Drama ini rupanya belum berakhir, karena proses imigrasi kami di Woodlands kelar jam 00.30. GImana gak pusing, bis mana yang bisa ditumpangi untuk menyebrang ke JB CIQ. orang bilang sudah tidak ada bis, pilihannya hanya taksi, gak mungkin jalan kaki. Mumet kepalaku, tapi ekspresi tetap tenang, kasian Mama kalo bantu mikir. Kulihat ada beberapa orang menuju ke satu bis. Sekelompok pemuda india ini baru pulang kerja dan mereka bilang silahkan segera naik bis ini. Alhamdulillah,,,selamat juga. 

Proses di JB CIQ lancar, kami tidak bingung lagi, karena sudah tau arah pulang. Akhirnya,,,kembali ke kamar dan saatnya tidur....



19 Januari 2013
Langit mendung, cuaca tidak bersahabat tapi tidak meruntuhkan niat untuk kembali ke Singapore. Hebat kan, bisa bolak balik Singapore, hahahaha.....makanya setelah itu aku gak mau lagi menginap di JB jika ingin ke Singapore, buang waktu. Setelah sarapan, Mama minta foto dulu di Lobby, karena kami mau sekalian Check out. Tas kami titip di bagian penitipan. 
Kami ke JB CIQ melewati JB Sentral Mall. Rute seperti biasa hingga ke Kranji, namun bedanya disini kami kemudian berpindah ke jalur ungu menuju ke Harbour Front Stn. Setibanya disana, stasiunnya karen aerada di basement, mengikuti alur orang yang akan menuju ke Sentosa Monorail. Oh ternyata di lantai atas. Aku masih penasaran apa ada cara lain selain mengunakan monorail ini, sehingga ku ajak Mama mencari jalan itu.


Kami berjalanan melewati tepi bangunan. Hujan cukup deras. Tapi melihat Sentiosa sudah didepan mata sepertinya sangat disayangkan jika aku tidak menemukan jalan kesana. Setelah beratanya dan melihat papan petunjuk arah, akhirnya Broadwalk Sentosanya kami temukan. 




Broadwalk ini dikombinasikan dnegan kayu dan eskalator berjalanan. Panjangnya sekitar 600 meter. Maka tak heran banyak orang yang berolahraga disini. Taman taman yang asri serta pemandangan laut dan pelabuhan, membuat kita tidak sadar sudah sampai ke pintu masuk Sentosa. Disini silhakan kita membayar dengan cash atau Ez link. Karena punyanya STP, kamipun bayar pakai cash. 



Mama senang melihat taman serta kolam yang asri. Sentosa tidak ramai sewaktu kami datangi karena hujan masih melanda. bagi pecinta wahana ini bukanlah waktu yang tepat untuk bermain. Kami berjalan sambil melihat spot lainnya yang indah, hingga tiba di ikon foto sejuta umat yakni USS Globe. Hujan kembali deras, dan sebaiknya kami pulang saja kembali ke hotel karena malam ini kami akan menuju ke Genting dengan bus. Kali ini aku mnecoba turun dari Woodlands, dan kirain aku deket dnegan Imigrasi, rupanya tetap pakai bus untuk menuju kesana. Kami kembali bingung, dimana seharusnya menunggu bis, ruaanya kita harus menyebrang jalan utk naik bis yang menuju ke imigrasi. Bus tidak sebanyak di Kranji. Jadi emang bener, mendingan turun di Kranji deh, sama2 antri tapi cepetan di Kranji naik bis nya. 
Kami tiba di perbatasan pk 20.00 dan tiket bis kami pk 22.00. Kami harus bergegas, karena ini merupakan jam sibuk di Imigarasi, arus pulang orang JB yang bekerja di Singapore. Kami tiba di hotel pk 21.00, dan menyempatkan makan dan membeli bekal di mobil. Kami naik bis dari JB sentral, dekat dengan hotel. Gak sempat motret karena sudah keburu lelah. Kamipun tertidur di bis yang lumayan dingin. aku heran kenapa MAmaku tidak kedinginan, rupanya Mama pakai kerudung dan Pasmina trusbajunya 3 lapis plus kaos kaki, makanya nyenyak tidurnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar