KAMPUNG BETING

Jika googling Beting, yang akan muncul salah satunya yakni : 
be·ting n timbunan pasir atau lumpur yang panjang di muara sungai atau di tepi laut; gosong;
-- berkunjur beting yang ujungnya runcing; 
-- buta beting yang letaknya di bawah permukaan air;
(Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia)


Wajar saja, dinamakan Kampung Beting, karena sesuai dengan arti katanya, kampung ini memang terletak di muara, tepatnya berada di pertemuan dua muara sungai yakni sungai Kapuas dan sungai Landak. Kampung ini berdiri diatas beting,   adalah timbunan lumpur yang menumpuk akhirnya jadilah daratan. Meskipun saat kita bertandang ke kampung ini, banyak rumah yang berdiri diatas sungai, bukan di daratan. Tapi sungainya dangkal karena berada di muara. 


Kampung Beting sekarang banyak dikenal orang Pontianak dengan kampung seni Mural. Beberapa sudut rumah, bangunan serta tangga di gambar oleh para pelukis Kalimantan Barat. Mereka menyalurkan kecintaan mereka akan KalBar melalui mural. 

Kampung Beting itu sendiri merupakan kampung yang penuh sejarah. Karena terletak di daerah pusat berdirinya kota Pontianak, yakni Masjid Jami' dan Keraton Kadariyah. Ingin kesana bisa melewati jalur darat ataupun menyebrang dari pasar tengah dengan sampan, motor air ataupun speed boat. 

Yang unik disini, kita bisa melihat pertemuan dua sungai dari satu titik. Saat ngebolang disana bareng teman yang salah satu pelopor Mural di Beting, beliau yang membawa ku ke ujung pertemuan sungai. Kami menuju rumah warga yang berdiri diatas sungai. Rumah itu dulunya tehubung ke kantor polisi terapung dengan aebuah jembatan kayu. Tapi sayangnya, jembatan kayunya sudah tidak ada, yang tersisa hanyalah tunggul kayu. Konon katanya, kayu kayu itu di curi orang karena jenis kayu belian. 








Temanku mengajakku berkeliling kampung beting dan menunjukkan beberapa spot yang akan nantinya digambar Mural. Dan sebelum pulang kembali ke pasar tengah dengan motor air, tempat dimana kami memarkir kendaraan kami masing masing, aku menyempatkan diri berfoto di depan mural perdana kampung itu. Semoga mural mural indah lainnya bisa segera direalisasikan  terlukis indah disini.

2 komentar:

  1. Usually I don't learn article on blogs, but I would like to say that this write-up very forced me to take a look at and do so! Your writing style has been amazed me. Thanks, quite nice post. netflix sign in

    BalasHapus
  2. Thank u for your visiting on my blog, I hope u can come to my home town, Pontianak

    BalasHapus